Perkenalan Psikiatri

July 6th, 2013 No comments

Psikiatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari gangguan jiwa dalam arti seluas-luasnya mulai dari pengenalan, pengobatan, rehabilitasi, pencegahan dan meningkatkan kesehatan jiwa manusia. Psikiatri kadang disebut kedokteran psikologis, sedangkan psikiater adalah dokter yang telah menjalani ilmu spesialisasi di bidang jiwa. Bila terdapat keadaan yang terkait dengan jiwa atau pikiran, istilah “psike” (psyche) selalu bergabung dengan istilah lain (contoh, psiko-linguistik yang merupakan ilmu yang mempelajari psikologi bahasa). Berikut merupakan istilah yang sering terkait :

Istilah Makna
Psikologi Ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku, pengalaman, fungsi pikiran dan kehidupan psikis seseorang dalam hubungannya dengan lingkungan
Sosiologi Ilmu yang mempelajari hubungan sosial antara manusia dan kelompok manusia dalam suatu hubungan masyarakat
Antropologi Salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu
Psikoterapi Penanganan masalah psikologis dengan cara non-fisik, merujuk kepada talking therapies, art therapies, dan komponen terapi lain yang bisa membantu psikis seseorang.
Psikoanalisis Suatu psikoterapi tertentu atau metode penelusuran pikiran bawah sadar.
Psikodinamika Studi mengenai cara pengalaman masa lalu dan masa kini yang terkait sehingga menyebabkan gejala yang timbul saat ini.
Psikopatologi Ilmu yang mempelajari mental seseorang untuk menjelaskan kelainan yang ada dan etiologinya

Gangguan jiwa adalah sindrom atau pola perilaku, atau psikologik seseorang, yang secara klinik cukup bermakna, dan yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya (impairment/disability) di dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia. Sebagai tambahan, disimpulkan bahwa disfungsi itu adalah disfungsi dalam segi perilaku, psikologik, atau biologik, dan gangguan itu tidak semata-mata terletak di dalam hubungan antara orang itu dengan masyarakat.

Dari pengertian diatas, maka dapat diambil kata kunci bahwa gangguan jiwa merupakan suatu sindrom ->  kumpulan gejala terkait perilaku atau psikologi seseorang yang dapat menimbulkan distress atau hendaya. Jika seseorang mengalami sakit secara fisik, tentu dapat difikirkan bahwa yang mengalami gangguan adalah organ, maka seorang dokter perlu mengetahui patofisiologi organ. Sedangkan pada kondisi gangguan jiwa, maka yang dicari dari seorang pasien adalah gangguan fungsi jiwanya sehingga dokter perlu mengetahui psikopatologi.

Gangguan jiwa terdiri dari 2 jenis, yaitu :

-          psikosa

  • psikosa organik
  • psikosa non organik (psikosa fungsional)

- non psikosa / neurosa

 

  • Secara definisi psikosa diartikan sebagai suatu gangguan jiwa yang serius dan yang mengganggu kemampuan berpikir, emosi, komunikasi, ingatan, menafsirkan kenyataan dan berperilaku secara wajar. Individu sudah kehilangan rasa-kenyataan (sense of reality) sehingga tidak mampu lagi memenuhi tuntutan hidup yang biasa sehari-hari. Bisa merupakan suatu kondisi somatogenik (akibat organik) atau fungsional (non organik) dan keadaan psikotik sangat bervariasi mengenai hal lamanya dan beratnya.
  • Macam psikosa
    • Psikosa organik

Merupakan gangguan mental yang berkaitan dengan penyakit atau gangguan baik pada otak yang disebut juga gangguan mental organik ataupun penyakit sistemik yang mengakibatkan disfungsi otak (gangguan mental simptomatis).

Onset dapat pada semua usia tapi cenderung berawal pada masa dewasa muda atau lanjut usia. Gangguan dapat bersifat reversible atau irreversible dan progresif.

Penyebab :

ü  Primer à langsung pada otak (ruda paksa, infeksi, gangguan vaskuler, tumor)

ü  Sekunder à tidak langsung pada otak, melalui gangguan sistemik (gangguan metabolit, toxin, hypoxia)

Gambaran utama gangguan terdiri dari 2 kelompok :

  1. Gangguan fungsi kognitif (daya ingat, pikir, belajar, sensorium [kesadaran dan perhatian]
  2. Gangguan fungsi mental lain [persepsi, isi pikiran, emosi, pola umum kepribadian/perilaku]

Contoh macam gangguan : demensia, delirium, GMO akibat kerusakan disfungsi otak & penyakit fisik [halusinosis organik, gangguan katatonik organik, gangguan waham organik, gangguan suasana perasaan organik, gangguan anxietas organik, gangguan astenik organik, gangguan kognitif ringan, gangguan kepribadian organik, sindroma lobus frontalis]

  • Psikosa non organik (psikosa fungsional)

Berbeda dengan psikosa organik, psikosa non organik tidak atau belum tentu diketahui penyakit organik yang berhubungan dengannya. Tentu saja harus dipenuhi kriteria psikosa.

Contoh macam gangguan : skizofrenia, psikosa afektif, psikosa paranoid, psikosa reaktif.

 

  • Secara definisi neurosa diartikan sebagai gangguan mental yang ditandai oleh kecemasan, dimana gejala tidak mempunyai dasar organik. Pasien cukup mempunyai insight,daya nilai realitasnya tidak terganggu, tetapi perilakunya dapat sangat terganggu ,namun biasanya masih di dalam batas-batas norma sosial  dan kepribadiannya tetap utuh.
  • Meskipun neurosa tidak menunjukkan disintegrasi kepribadian atau distorsi kenyataan (realitas) yang nyata, tetapi dapat mengganggu fungsi sehari-hari seseorang.

Beberapa jenis gangguan neurosa diantaranya : neurosa cemas, histerik, fobik, obsesif kompulsif, depresif, neurastenik, depersonalisasi, dan hipokondrik.

 

Adapun secara skematis perbedaan antara psikosa dan neurosa adalah :

TINJAUAN Psikosa Neurosa
Perilaku umum Dekompensasi kepribadian berat

Kontak dengan kenyataan terganggu

Tidak memiliki fungsi sosial

Dekompensasi kepribadian ringan

Kontak dengan  kenyataan tidak terganggu

Fungsi sosial terganggu

Gejala umum Gejala bervariasi luas

Waham (+)

Halusinasi (+)

Gejala psikologik dan somatik bervariasi luas

Waham (–)

Halusinasi (-)

Orientasi Terganggu Jarang kehilangan orientasi
Insight Pasien tidak memahami bahwa dirinya terganggu Pasien memahami bahwa dirinya terganggu
Efek sosial Sering membahayakan orang lain Tidak membahayakan orang lain
Perawatan Sering butuh MRS Jarang butuh MRS

 

Setelah mengenal konsep dasar pembagian gangguan jiwa, langkah berikutnya adalah mempelajari macam gangguan jiwa dimana setiap tipe gangguan memiliki gejala khas sendiri-sendiri.

 

…. bersambung pada materi berikutnya….

Categories: Uncategorized Tags:

Hello world!

November 27th, 2012 1 comment

Selamat Datang di Universitas Brawijaya. Ini adalah posting pertamaku

Categories: Uncategorized Tags: